Polsek Pasawahan Polres Kuningan bersama unsur lintas sektoral meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai potensi bencana yang dapat terjadi di wilayah hukum Polsek Pasawahan.
Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Apel Siaga Bencana yang digelar pada Sabtu, 06 September 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di halaman area Obyek wisata sumur 7 Desa Pasawahan Kab Kuningan
Apel siaga ini menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi sekaligus memastikan kesiapan personel dan seluruh unsur terkait dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, khususnya pada musim kemarau.
Dalam arahannya yang disampaikan melalui Kapolsek Pasawahan IPTU ENANG Kurnia menyampaikan pesen Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., mengingatkan bahwa terdapat sejumlah potensi kerawanan yang perlu menjadi perhatian bersama selama musim kemarau.
“Terdapat tiga potensi bencana utama yang perlu kita antisipasi, yaitu kekeringan dan krisis air bersih, kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, serta gagal panen yang dapat berdampak terhadap kerawanan pangan,” ujar IPTU ENANG Kurnia saat menyampaikan arahan.
Jajaran kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga diminta turut mencegah potensi kebakaran dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.
Selain langkah pencegahan, komunikasi dan koordinasi antarpihak juga menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat. Pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, relawan tanggap bencana, serta masyarakat diharapkan dapat terus membangun komunikasi dan bekerja sama dalam mendeteksi setiap potensi kerawanan sejak dini.
“Apabila ditemukan potensi maupun kejadian bencana di lapangan, segera lakukan pelaporan secara cepat, tepat, dan berjenjang agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan,” lanjutnya.
Melalui apel tersebut, Polsek Pasawahan menegaskan komitmennya untuk hadir bersama masyarakat dalam upaya menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
Kesiapsiagaan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat. Dengan sinergi dan kepedulian bersama terhadap lingkungan, potensi bencana diharapkan dapat dicegah maupun diminimalkan dampaknya.
Apel Siaga Bencana tersebut pun menjadi pengingat bahwa menjaga keselamatan bukan sekadar tindakan ketika bencana datang, tetapi dimulai dari kepedulian, kesiapan, dan kebersamaan sejak dini.
