Kapolsek Ciniru, AKP Asep Saeful Rahman, memimpin langsung kegiatan Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) tingkat Kecamatan Ciniru dan Hantara tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah cepat untuk menghadapi musim kemarau yang rawan memicu titik api. Polsek Ciniru bergerak aktif merangkul semua pihak agar siap siaga menghadapi ancaman bencana alam di wilayah tersebut.
Acara penting ini dihadiri oleh para kepala desa dari seluruh Kecamatan Hantara serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran para pemimpin desa ini menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga wilayah mereka dari bahaya kebakaran. Sinergi antara pihak kepolisian dan jajaran pemerintahan desa menjadi kunci utama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dalam arahannya, AKP Asep Saeful Rahman menekankan pentingnya kerja sama yang kompak antara warga dan aparat keamanan. Beliau mengingatkan bahwa masalah kebakaran hutan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Semua elemen masyarakat harus saling membantu dan berbagi informasi dengan cepat jika melihat ada tanda-tanda kebakaran.
Kapolsek juga mengajak para kepala desa untuk aktif mengingatkan warganya masing-masing agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Metode membakar lahan dinilai sangat berbahaya karena api bisa menjalar dengan cepat dan tidak terkendali. Sosialisasi yang terus-menerus ke tingkat rukun tetangga diharapkan mampu mencegah terjadinya kelalaian manusia.
Selain memberikan arahan, apel ini juga menjadi wadah untuk memeriksa kesiapan alat-alat pemadam kebakaran yang dimiliki oleh desa. Pengecekan ini bertujuan agar seluruh peralatan darurat dalam kondisi siap pakai kapan pun dibutuhkan. Kesiapan fisik dan peralatan menjadi modal utama dalam melakukan penanganan pertama di lapangan.
Kegiatan apel kesiapan ini berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh rasa tanggung jawab dari seluruh peserta. Melalui langkah awal ini, diharapkan wilayah Kecamatan Ciniru dan Hantara terbebas dari bencana kebakaran hutan sepanjang tahun 2026. Semangat gotong royong yang tercipta menjadi benteng utama dalam menjaga kelestarian alam dan keselamatan warga.
