
Bukan Sekadar Rekan Kerja, Ini tentang Keluarga: Makna Mendalam di Balik Jengukan Anggota Polsek Lebakwangi
KUNINGAN – Di balik seragam yang sama, terdapat ikatan kebersamaan yang tidak sekadar terjalin karena pekerjaan. Ketika salah satu anggota sedang terbaring sakit, perhatian dan kepedulian menjadi bahasa yang menyatukan keluarga besar Polsek Lebakwangi.
Hal tersebut ditunjukkan Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan bersama personel Polsek Lebakwangi dan Ibu Bhayangkari Ranting Polsek Lebakwangi saat menjenguk AIPTU Mulya Wiyana yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Permata Kuningan, Senin (21/9/2026).
AIPTU Mulya Wiyana telah menjalani perawatan selama kurang lebih tiga hari. Di tengah proses pengobatan, kehadiran pimpinan, rekan-rekan sejawat, serta Ibu Bhayangkari menjadi bentuk dukungan moril sekaligus ungkapan kepedulian dari keluarga besar Polsek Lebakwangi.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Bukan sekadar datang dan menjenguk, rombongan juga memberikan semangat serta doa agar AIPTU Mulya Wiyana diberikan kekuatan, ketabahan, dan segera memperoleh kesembuhan.
Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan mengatakan bahwa kepedulian terhadap anggota merupakan bagian dari nilai kebersamaan yang harus terus dipelihara.
“Kami hadir untuk memberikan semangat dan dukungan kepada rekan kami. Dalam kondisi seperti ini, yang terpenting adalah menunjukkan bahwa ia tidak sendiri. Kami bersama-sama mendoakan agar AIPTU Mulya Wiyana segera diberikan kesembuhan,” ujar IPTU Kus Hermawan.
Menurutnya, hubungan antara pimpinan dan anggota tidak berhenti pada pelaksanaan tugas kedinasan. Rasa kekeluargaan justru semakin terasa ketika ada anggota yang membutuhkan perhatian, dukungan, dan doa dari rekan-rekannya.
Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melalui Plt. Kapolsek Lebakwangi IPTU Kus Hermawan, menyampaikan bahwa menjaga kebersamaan dan kepedulian terhadap personel merupakan bagian penting dalam membangun soliditas keluarga besar Polri.
“Kita adalah bagian dari satu keluarga besar. Ketika ada anggota yang sakit, kita hadir untuk memberikan perhatian, semangat, dan doa. Semoga AIPTU Mulya Wiyana segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan-rekan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menjadi gambaran sederhana tentang arti sebuah kebersamaan. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota, tidak ada jarak antara rekan kerja dan keluarga. Yang hadir adalah rasa peduli, doa, serta harapan agar seorang rekan sejawat segera kembali sehat.
Kunjungan berlangsung aman, tertib, dan penuh kehangatan. Sebab pada akhirnya, di balik setiap seragam yang dikenakan, ada keluarga yang saling menguatkan—bukan hanya saat bertugas, tetapi juga ketika salah satu di antaranya sedang membutuhkan uluran kepedulian.
