Personel Polsek Ciniru melaksanakan kegiatan patroli dialogis sebagai langkah antisipasi dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Pasir Agung, Kecamatan Hantara, Kabupaten Kuningan. Langkah proaktif ini diambil mengingat wilayah tersebut memiliki kawasan vegetasi yang cukup lebat dan rawan terdampak kekeringan serta potensi kebakaran, terutama saat memasuki musim kemarau.
Dalam kegiatan tersebut, petugas menyambangi area-area yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan serta menemui warga yang sedang beraktivitas. Polisi mengedepankan pendekatan humanis agar pesan-pesan kamtibmas yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat setempat. Interaksi dua arah ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Petrus menyosialisasikan larangan keras melakukan pembakaran lahan secara sengaja dengan alasan apa pun, seperti untuk membuka lahan pertanian baru. Warga juga diimbau untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan saat berada di dekat area vegetasi kering. Kelalaian kecil seperti itu sering kali menjadi pemicu utama terjadinya kebakaran besar yang sulit dikendalikan.
Selain memberikan edukasi, patroli dialogis ini berfungsi sebagai ruang koordinasi untuk menyusun sistem deteksi dini (early warning system) berbasis masyarakat. Polsek Ciniru mengajak para tokoh masyarakat dan pemuda setempat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian atau tim pemadam jika melihat kepulan asap mencurigakan di area hutan. Kecepatan pelaporan sangat menentukan keberhasilan penanganan awal sebelum api meluas.
Masyarakat Desa Pasir Agung menyambut baik kehadiran personel kepolisian dan menyatakan kesiapan mereka untuk ikut menjaga wilayahnya dari bahaya kebakaran hutan. Kerja sama yang solid antara aparat keamanan dan warga lokal ini diharapkan dapat menciptakan benteng pertahanan yang kuat dalam mengantisipasi bencana alam maupun kelalaian manusia.
Melalui konsistensi kegiatan patroli dialogis ini, Polsek Ciniru berkomitmen penuh untuk menjaga kelestarian ekosistem hutan di wilayah hukumnya, khususnya di Kecamatan Hantara. Upaya preventif yang terukur dan berkelanjutan ini diharapkan mampu menekan angka potensi kejadian karhutla, sehingga situasi kamtibmas di Kabupaten Kuningan tetap aman, kondusif, dan bebas dari polusi asap.
